
Saat
pukul 12.00-13.00 suasana di sekitar tempat makan tersebut seperti
sedang digelar hajat. Mobil-mobil dan puluhan motor berjajar di halaman
dan jalan di depan rumah itu, sementara orang-orang lalu lalang keluar
masuk rumah menikmati gurih renyahnya ayam goreng hasil olahan Mbah
Karto. Selain masyarakat umum yang menjadi pelanggannya. Ayam Goreng
Mbah Karto juga menjadi tempat favorit para pejabat di daerah ini dan
sekitarnya untuk bersantap. Tak kurang seleb ibukota yang pernah
mendengar gurih renyahnya ayam goreng Mbah Karto datang menjajalnya
Sebagai
lauk makan nasi, gurih renyahnya ayam goring Mbah Karto lebih lengkap
ditemani sambal bawang dan lalap mentah seperti di kebanyakan tempat
makan lainnya. Namun, di warung makan Mbah Karto ini masih ada elemen
lain yang juga menjadi andalannya, yakni sambal miri. Sesuai namanya,
sambal ini berbahan dasar kemiri dengan sedikit cabai merah sehingga
tidak sepedas sambal bawang putih. Biasanya kedua jenis sambal ini
disajikan bersama sehingga pelanggan tinggal memilihnya. Oleh karena
berbahan kemiri, sambal ini memiliki cita rasa campuran antara gurihnya
biji-bijian dan aroma minyak nabati yang khas. Bagi yang tidak suka
pedas, mencocolkan ayam goring yang gurih renyah ke sambal kemiri
sungguh terasa nikmat.
Usai
menyantap ayam goreng, hidangan penutupnya tersedia tapai ketan buatan
sendiri yang tak kalah istimewa. Tapai berwarna hijau dengan aroma
pandan terbungkus daun pisang ini terasa kesat, lumat di mulut, dan
manis alami hasil fermentasi. Alhasil, rasa tidak nyaman di mulut
setelah menyantap makanan berminyak pun sirna diganti rasa manis
“sriwing-sriwing” tapai ketan.
Sekarang juga buka cabang di barat Garasi gunung mulia sukoharjo bulakrejo pinggir jalan raya solo sukoharjo.
0 comments
Post a Comment